Langsung ke konten utama

Postingan

BELAJAR MELEPASKAN TANPA KEHILANGAN ARAH

Postingan terbaru

Jangan Meremehkan Badai yang Tak Kamu Lihat

Jangan menyepelekan badai orang lain hanya karena langitmu sedang terlihat cerah. Setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing.  Ada luka yang nggak terlihat, air mata yang jatuh diam-diam, dan doa-doa yang bahkan nggak sanggup ia ceritakan kepada siapa pun. Nggak semua orang punya kekuatan untuk menjelaskan rasa sakitnya, dan nggak semua yang terlihat baik-baik saja benar-benar sedang baik-baik saja. Belajarlah untuk nggak mudah menghakimi, sebab kita nggak pernah tau seberapa keras seseorang berusaha bertahan agar dirinya tidak runtuh. Hari ini mungkin kamu sedang berdiri di bawah langit yang cerah, namun bukan berarti badai orang lain tidak nyata. Dan jika suatu hari langitmu berubah kelabu, semoga kamu dipertemukan dengan hati-hati yang tidak meremehkan mendungmu. - Tarisha Phutri Lunius -

Ketika Perubahanmu Tak Dipahami

Dewasa ini, ketika kita dihujat atau dipandang sebelah mata hanya karena sedang berusaha kembali ke jalan yang benar, ke jalan Allah, nggak apa-apa. Itu namanya proses. Nggak semua orang akan memahami perubahanmu. Cukup terus berbenah, perbaiki niat, dan istiqamahlah dalam kebaikan. Dalam perjalananmu menuju Allah bukan tentang seberapa baik penilaian manusia terhadapmu, namun tentang bagaimana kamu terus berusaha memperbaiki diri meski nggak selalu mendapat penerimaan. - Tharisa Phutri Lunius -

Saat Realita Meminta Kita Berhenti Sejenak

Terkadang, untuk membatasi sebuah impian, harapan, atau ekspektasi, diri kita perlu membuka mata lebar-lebar dan berani melihat realita yang ada. Saking sibuknya memikirkan apa yang kita inginkan, kita sering lupa bertanya pada diri sendiri, apa ini benar-benar mungkin terjadi? Kita berharap, berusaha, dan membayangkan banyak hal. Sampai akhirnya, ada saatnya kita perlu berhenti sebentar, melihat keadaan apa adanya, lalu belajar menyesuaikan harapan dengan kenyataan. Bukan berarti kita harus berhenti bermimpi atau memilih pesimis. Hanya saja, kita perlu tau mana yang masih layak diperjuangkan dan mana yang ekspektasinya perlu dikurangi, supaya kita tidak terus menyakiti diri sendiri karena berharap terlalu jauh. Sebab, menyerah dan menerima kenyataan itu dua hal yang berbeda. Saat menyerah mungkin membuat kita berhenti karena merasa nggak mampu, sementara menerima kenyataan berarti mengakui bahwa ada hal-hal yang memang nggak berjalan sesuai keinginan, lalu memikirkan apa yang bisa kit...